Rabu, 09 Maret 2022

CERPEN YULIATI SUGIONO : MAHKOTA UNTUK IBU

“Mi, lulus MTs ini aku lanjut kemana ya?”

“Kamu sendiri ingin lanjutkan kemana?”

“Gak tahu, pinginnya sekolah yang gak ada PR nya”

Bukan tanpa alasan jika anakku ini ingin sekolah yang tanpa PR, karena selama ini dia sudah kenyang dibombardir dengan apa yang namanya PR itu.

Ada guru yang selalu ketika masuk kelas menyuruh merangkum satu bab, tanpa pernah menerangkan.
Ada yang sekali memberi tugas langsung 3 bab menjawab pertanyaan latihan-latihan.
Ada yang menerangkan sebentar kemudian dilanjutkan latihan, sementara gurunya main HP.

Intinya anakku ini sudah jenuh. Menginginkan suasana yang berbeda. Aku sebelumnya tidak ada bayangan untuk menyarankan lanjut kemana.
Hanya mengerti betul kegundahan dia dan sebetulnya jauh di lubuk hati menginginkan anakku ada yang menjadi ahlullah. Menjadi keluarga Allah dengan menghafal Al-Qur’an.

“Bagaimana kalau mondok?” tanyaku.

“Kenapa mondok?”

“Ya kalau di pondok, kamu gak ada PR. Pondok Tahfiz menghafal Al-Qur’an.”

“Mondok dimana?”

Ganti aku yang terdiam. Pondok pesantren sekarang biayanya tidak kalah dengan sekolah umum. Bahkan untuk beberapa sekolah Islam, biaya justru lebih mahal.
Betul-betul harus diperhatikan, karena anakku semuanya lima, jadi harus tercover semua, bukan hanya di satu anak.

Pendidikan itu nomor satu, meski kami bukan kaya raya, semua anak insyaallah mendapatkan pendidikan, baik anak laki-laki maupun perempuan, tiada beda.

Setelah searching disana sini, mendaftarlah Zulfa di sebuah pondok tahfidz yang terafiliasi ke Turki.

“Gimana Zul, sudah mantap di pondok ini?”

“Ini berlaku sistem gugur ya Mi?” tanya Zulfa ragu-ragu.

Tadi memang sempat dijelaskan sedikit oleh guru bagaimana proses pendaftaran sampai penerimaan dan MOS (masa orientasi santriwati). Salah satunya adalah sistem gugur bagi santriwati yang tidak bisa memenuhi target.

Alhamdulillah Zulfa diterima dan memulai hari-hari lebih dekat dengan Al-Quran. Ternyata tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari kedisiplinan, adab terhadap guru dan target hafalan yang tentunya berat bagi orang yang belum pernah mondok.

“Bila ada guru lewat, tidak boleh melihat, harus tundukkan kepala”

” Gak boleh ada yang berjalan di depan guru”

“Gak boleh mendahului guru”

“Kalau ada guru lewat, harus minggir”

“Tidak boleh duduk bersila atau kaki selonjor, itu tidak sopan namanya”

Yang ditegur diam menunduk.

Di lain waktu..

“Kamu setorannya sedikit sekali, coba perbaiki manajemen waktu. Coba setelah salat subuh ditambah jam hafalannya.”

“Tidak bisa guru, ini yang saya mampu”

“Katanya ingin menghadiahkan mahkota emas untuk orang tua, kamu pasti bisa perbaiki waktumu”

“Menghafal Al-Qur’an itu amalan penduduk surga, coba ditambah. Kalau seperti ini kamu tidak akan mencapai target.”

“Baik guru, saya coba”

Yang lebih bikin minder adalah kebanyakan dari teman-teman yang masuk pondok ini rata-rata sudah hafal Al-Quran, sehingga mereka hanya tinggal murojaah saja. Sementara Zulfa memulai dari nol.


Satu-persatu santriwati mulai berkurang, dikeluarkan karena pondok ini memberlakukan sistem gugur. Ada yang karena pelanggaran hukum syara seperti mencuri, lesbian atau pun tidak memenuhi target hafalan. Tak urung hal ini membuat Zulfa down.

“Abi aku gak mau lanjut lagi”

“Kenapa?”

“Gak pa-pa. Pingin keluar aja”

“Gak pa-pa kok pingin keluar”

“Iya pingin sekolah diluar aja”

“Sekolah dimana, tanggung ini kamu sudah tingkat dua, kurang setahun lagi dah lulus”

“Tapi aku sudah gak sanggup menghafal”

“Iya terus dimana? Cari sekolah sekarang gak gampang. Entar bayar lagi. Kamu mulai dari tingkat satu lagi”

“Lulusnya malah tambah lama lagi lho”

“Coba pikir-pikir lagi dah”

Zulfa hanya bisa diam. Memikirkan nasehat Abinya. Diam-diam dia menangis. Sudah gak kuat di pondok, ingin keluar.
Satu sisi benar juga yang dibilang Abinya. Kalau keluar cari sekolah lagi, bayar lagi dan mulai dari awal lagi. Malah lebih lama.

Ahh dilema…namun di relung hatinya, ada keinginan kuat untuk menuntut ilmu sampai ke Turki, dan itu bisa tercapai bila dia hafal Al-Quran, sebagai syarat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Di sisi lain, target-target hafalan itu terasa sangat membebaninya.

Astaghfirullah.. mengapa menjadikan Al-Quran sebagai beban? Bukankah berulang kali dia tilawah Al-Quran sampai pada ayat :

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا الۡقُرۡاٰنَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِنۡ مُّدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran. (QS Al Qomar 22)

Allah tidak pernah ingkar janji. Allah pasti menepati janji-Nya. Bila Allah bilang mudah, pasti mudah. Astaghfirullah.. selama ini dia terperangkap dalam penjara pikirannya sendiri, prasangkanya sendiri.

Akhirnya Zulfa salat tobat, minta ampun karena tidak yakin kepada Allah. Padahal keraguan itu datangnya dari setan yang tidak ingin dia bermesraan dengan Al-Quran.


Tak terasa waktu cepat berlalu. Tiga tahun serasa tiga hari. Sepertinya baru kemarin kaki ini menjejakkan di pondok mengantarkan Zulfa pendaftaran. Sekarang tibalah saatnya wisuda, tanda kelulusan.

Wisuda dilaksanakan malam hari setelah salat Isya, di lapangan luas di tengah-tengah pondok. Lapangan ini sudah disulap seperti aula.

Aku datang terlambat, acara sudah dimulai.
Segera duduk di kursi yang masih kosong. Di panggung sudah ada para wisudawati yang menyanyikan himne orang tua sepertinya, aku lupa tapi lirik lagunya ucapan terimakasih kepada orang tua.

Mendengar lagu itu jadi terharu, banyak ibu yang menitikkan air mata. Ibu di sampingku bahkan menangis, sangat menghayati. Bolak balik mengambil tisu, mengusap air matanya.

Setelah menyanyikan lagu himne orang tua itu, para wisudawati turun panggung kemudian menemui ibunya masing-masing untuk menyerahkan sekuntum mawar merah.

Aku dan Zulfa saling berpelukan, sama-sama meneteskan air mata. Ada rasa bahagia, terharu dan bersyukur. Betul-betul momen yang tak terlupakan.


SUMBER : https://tintamuslimah.com/2022/03/07/mahkota-untuk-ibu/

CERPEN GRACE ELLEN : AGAMAKU HARGA DIRIKU

 

“Coba deh liat twitter sekarang.”Melihat pesan dari Dini aku segera bangun dari posisi berbaringku, ada gerangan apa sahabat shalihahku memberi pesan seperti ini. Lagi-lagi hatiku kembali gusar dan takut. Biasanya jika Dini si update berita mengabarkan seperti ini, bisa dijamin ada yang tidak beres.

“Kenapa emangnya?”Jari-jariku dengan lentik membalasnya tanpa berpikir panjang. “Udahlah sekarang coba buka di trending.”Membaca pesan itu helaan nafasku menghembus putus asa, pasti ada yang tidak beres dan tentunya ini berkaitan dengan agama tercintaku, Islam.

Ya Allah rasanya hamba tidak mampu setiap melihat apa yang terjadi di dunia maya atas islam, begitu banyak pendapat orang-orang yang membuatku sakit hati dikala mereka berkomentar tentang islam tapi nyatanya mereka tidak memahami dalamnya dengan baik. Berpuluh kejadian sudah kulewati selama ini di sosial media, meskipun ada kabar yang baik tapi tetap saja ada beberapa orang yang membuatku sedih dengan komentar-komentar mereka. Apalagi jika itu perihal kabar buruk, astagfirullah aku tak bisa berkata-kata lagi.

“Ada apa emangnya Din, udah ah kasih tau aja di sini.”Balasku yang enggan untuk membuka aplikasi twitter dimana di sana memang tempat semua kalangan bebas mengungkapkan pendapatnya. Oh ayolah harusnya tidak ada kebebasan semacam itu, dalam islam semua memiliki batasan karena islam mengatur segala aspek. Tapi zaman sekarang memang muncul ratusan sosial media yang menerapkan kebebasan tersebut. Entahlah apa maksudnya yang jelas itu tak baik untuk umat.

“Lihat sendiri dong, kamu harus kuat mental Nia..,”Kembali ada notifikasi pesan di bar menu ponselku dengan tulisan tersebut. Aku berdecak kemudian membalas, “Okay karena Allah aku mau melihatnya.” Balasku pasti menuai tawa Dini. Jika aku tidak seperti ini mungkin aku akan mati penasaran juga terhadap apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Akupun segera mencari aplikasi twitter di ponselku. Jantungku berdetak sedikit cepat dan aku berhasil menemukan aplikasi tersebut, segera aku membukanya dan melihat panel trending. Terdapat hastag Agama Islam di sana tepat di atas hastag nomer tiga. Artinya hastag tersebut ada di nomer dua yang mana hal tersebut menandakan semua warga twitter sedang ramai-ramai membicarakan topik tersebut.

Aku menggelengkan kepala dan sejenak meletakan ponselku, rasanya aku masih belum siap atas hal apa yang sedang dibicarakan warga twitter tentang agamaku. Jujur aku belum siap! Aku memutuskan beranjak dari tempat tidurku dan ke dapur untuk mengambil segelas air, “Biar aku membuat minuman ala Rasulullah saja dulu sebagai penenang.”Mungkin bisa dikatakan aku adalah gadis yang mudah panik tapi aku juga gadis yang suka dengan makanan. Meskipun dalam islam kita tidak boleh terlalu banyak kenyang tapi aku sungguh berusaha untuk melakukan itu, dimana aku mulai menyukai makanan atau minuman kesukaan Rasulullah yang sangat sederhana namun penuh akan manfaat.

Segera aku menuangkan air putih dari teko ke gelas bening setinggi 15 cm. Setelah itu aku mengambil madu dan menuangkan sesuai takaranku biasanya yaitu 2-3 sendok makan, hehe aku memang menyukai hal yang manis-manis. Ngomong-ngomong minuman ini sangat disukai oleh Rasulullah dan dalam bidang kesehatanpun juga sudah terbukti khasiatnya.

Setelah selesai meracik dan meminum sebagian minumanku. Aku segera kembali ke kamar dan duduk di meja belajar setelah mengambil ponselku di kasur. Kegiatanku terhenti manakala aku mendengar tetesan air yang kerap mulai membasahi jendela kayu di kamarku. Senyumku mengembang dengan doa, “Semoga hujan ini menjadi Rahmat untukku ya Rabb.” Sore ini di kamar dengan hujan dan minuman favorit adalah hal yang luar biasa nikmat, beruntung aku sudah mandi dan sholat ashar. Karena jika belum, aku tidak bisa membayangkan bagaimana dinginnya.

Kini hatiku sudah sedikit tenang dengan suasana seperti ini, yang tadinya hatiku cukup gusar tapi sekarang berbeda. Allah seakan memberi hiburan mana kala hati di penuhi gelisah dan kegusaran, Alhamdulillah.

Tak ada rasa khawatir lagi segera aku membuka topik trending twitter dengan berani. “Penistaan agama islam..”, “Penistaan Rasulullah..”Aku mencoba membaca perlahan-lahan dan tak terasa hatiku kian memanas, ini yang aku khawtairkan, ini yang aku kecewakan, dan ini juga yang membuatku tak rela.

Ternyata topik perihal Agama Islam adalah topik mengenai penistaan agama yang dilakukan oleh orang-orang pembenci Islam. Tak bisa rasanya aku meneruskan untuk membaca kalimat ataupun mendengarkan statement daripada penista-penista ini, sesak rasanya! Berulang kali setiap bergulirnya berita baru selalu saja ada kasus penistaa terhadap agama penuh cinta ini, astaga aku tak mengerti lagi bagaimana pikiran orang-orang.

Tak ada yang bisa aku lakukan kecuali menulis komentar berupa “astagfirullah”, sejujurnya ada banyak yang ingin kuucapkan tapi aku tau akhlak islam tidak memperbolehkan kita saling mencaci, sebagai membawa identitas islam umat islam harusnya menasehati dengan ilmu. Tapi, aku tak mampu. Aku takut jika aku berkomentar lebih maka orang-orang akan salah paham dan menyerang identitas islamku. Sungguh sikapku ini terlalu penakut tapi ini ku lakukan karena ilmuku masih tak mampu dan aku ingin lebih waspada.

Terkadang aku bingung dalam situasi ini bahkan pernah aku sampai menangis melihat segala penistaan ini terjadi, aku tidak rela dan tidak ridho tapi apa dayaku? Sistem yang ada saat ini adalah sistem yang menjunjung kebebasan termasuk berpendapat, seringkalipun bahkan agamaku dijadikan olok-olokan. Tak ada yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Andai sistem Islam dan aturan Allah tegak secara menyeluruh bisa dipastikan para penista ini akan mendapat hukuman mati. Tapi apa kenyataannya, sistem yang mencengkram dunia adalah buatan manusia sehingga semakin waktu akan semakin rusak.

Dan beruntungnya aku bisa dilahirkan disistem ini entah ini kenyataan atau malah sebaliknya. Tapi terkadang aku sempat berpikir, mengapa Allah menciptakan aku pada zaman yang menggunakan sistem buatan manusia alias kapitalis. Jujur saja ada banyak kesedih dan kecemburuan pada diriku terhadap zaman-zaman dimana sistem Islam masih ditegakkan, aku yakin di zaman itu umat muslim dapat beribadah dengan sempurna dan penista agama serta Rasulullahpun akan dihukum sesuai hakum Allah.

Tapi di zaman ini pasti keberuntungan akan datang bagi umat yang berjuang dengan sungguh-sungguh atas iman islam. Jadi meskipun banyak sekali kedzaliman, fitnah dan penistaan tetap saja bagi siapa yang sanggup bertahan dengan syariat islam itulah yang akan beruntung dan mendapat pahala yang luar biasa dari Allah.

Aku kembali kepada pesan Dini dan membalasnya, “Din, sakit ya hidup di zaman ini, aku juga gak tau kenapa hati perih banget kalo lihat bahasan buruk soal Islam, gak rdiho rasanya. Pingin berusaha membalas tapi… aku juga bingung harus bersikap gimana sedangkan kita harus menjaga adab. Tapi meskipun gitu, ini udah keterlaluan Din, tiap bulan perasaan ada penistaan agama tanpa actionnya seakan umat sedang tidur, penghinaan ini lebih parah dari pada penghinaan ke diri aku sendiri, agama ini harga diri kita Din! Kesel banget! astagfirullah.”Mataku berkaca-kaca tatkala mengetik balasan pesan tersebut. Rindunya aku dengan Rasulullah dan para khalifah terdahulu yang mati-matian membangkitkan semangat umat untuk berjuang dalam agama. Tapi meskipun kini para tokoh yang luar biasa ini tidak ada di zaman ini, aku yakin semangat mereka akan tumbuh tangguh di setiap ingsan yang di ridhoi Allah untuk berjuang di jalan-Nya. Bagaimanapun juga aku harus semangat untuk harga diriku yaitu Agama Islamku.


Sumber : https://tintamuslimah.com/2021/10/07/agamaku-harga-diriku/

Senin, 07 Maret 2022

MENGAMBIL SIKAP TERHADAP KRISIS UKRAINA VS RUSIA

Krisis Ukraina disikapi dunia Islam dengan menunjukkan sikap netral dan dorongan penyelesaian damai. Sepatutnya merujuk pada islam untuk menyikapinya dengan membongkar apa kepentingan (ekonomi-politik) negara besar (Rusia dan AS) dalam konflik ini dan bagaimana dampak bagi rakyatnya khususnya bagi muslim.

Pada Kamis (24/2/2022) krisis Ukraina mencapai puncaknya. Atas perintah Presiden Vladimir Putin, Rusia mulai menyerang Ukraina. Ledakan-ledakan besar pun terus terdengar di berbagai wilayah yang ada di perbatasan Eropa Timur-Rusia itu. (muslimahnews.net, 01/03/2022)

Hingga awal maret ini, kondisi Ukraina benar-benar mengerikan. Ribuan rakyat sipil terluka dan ratusan di antaranya meninggal dunia. Pada saat yang sama, jutaan orang pun mulai mengungsi ke berbagai tempat di luar Ukraina, termasuk warga negara Indonesia yang menetap di sana.

Dari kisruh dua negara ini (Ukraina VS Rusia), masyarakat dunia mulai khawatir akan dampaknya, apakah perang Ukraina akan membuka jalan bagi perang dunia ketiga? 

Meski bukan negara pertama, Ukraina dan Rusia termasuk negara pemilik senjata nuklir terbesar di dunia. Apalagi kasus Ukraina berkaitan dengan kepentingan negara Eropa, bahkan Amerika.

SEJARAH RUSIA - UKRAINA 

Hubungan Rusia-Ukraina sudah sejak lama tidak harmonis, bermula dari keruntuhan Soviet pada lebih dari 30 tahun yang lalu. Ketika itu Ukraina dan negara-negara pecahan Soviet lainnya memutuskan menjadi negara merdeka, memisahkan diri dari Wilayah kekuasaan Rusia. 

Rusia sendiri merasa layak menjadi pewaris tunggal Uni Soviet dengan berusaha menarik seluruh negara itu ke wilayah kekuasaannya, termasuk Ukraina. Terlebih Ukraina menempati posisi strategis sebagai teras depan dan sumber kekayaan bagi Rusia, bahkan termasuk salah satu lumbung pangan dunia saat ini. 

Namun apa yang dikhawatirkan Rusia pun terjadi, pada era berikutnya Ukraina lebih condong kepada Uni Eropa dengan menjalin kedekatan bersama Amerika terutama kedekatan dengan NATO-nya. Untuk itulah, Rusia melakukan berbagai manuver dan mendukung kekuasaan yang pro kepadanya.

Pada 2014, Viktor Yanukovych, Presiden Ukraina pro Rusia, berhasil digulingkan pihak oposisi yang pro kepada Barat. Rusia menyebut mereka sebagai kelompok ekstremis yang menginginkan genosida atas penduduk Rusia, serta dituding melakukan Nazifikasi terhadap Ukraina.

Dari alasan itulah, pada 2014, Rusia mencaplok wilayah Krimea, sebuah wilayah strategis di sebelah timur Ukraina dan mendirikan pangkalan militer di sana. Bahkan Rusia terus mendukung gerakan-gerakan perlawanan atas pemerintahan yang pro-Barat Ukraina, termasuk pemerintahan Volodymyr Zelensky yang terpilih pada 20/5/2019.

Sejak beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan kepentingan politik (eskalasi politik) kian memanas saat Rusia melakukan berbagai manuver di perbatasan timur Ukraina. Di antaranya, membatalkan kesepakatan damai 2015 dengan mendukung dua wilayah yang memerdekakan diri dari Ukraina pada 21/02/2022, yakni kota Donetsk dan Luhansk.

Puncak dari manuver ini adalah terbitnya dekrit Presiden Vladimir Putin tentang operasi militer khusus di wilayah Ukraina atas nama usaha mempertahankan diri dari ancaman Ukraina modern. Dari sinilah Presiden Putin melihat upayanya menarik Ukraina dengan cara biasa ternyata telah sia-sia.

MEDAN KONFLIK NEGARA ADIDAYA

Jika dicermati, terlihat sudah bahwa Ukraina sejatinya telah lama menjadi medan persaingan bagi negara-negara adidaya. Tidak hanya Rusia, di sana berkumpul pula berbagai kepentingan Amerika melalui Uni Eropa, bahkan Cina sebagai sekutu politik dan ekonomi Rusia.

Dari sisi geostrategi, Ukraina memang memiliki wilayah terbesar kedua di Eropa setelah Rusia. Posisinya ada di Eropa Timur bagian tengah, bersisian dengan Laut Hitam dan Laut Avoz, serta beberapa negara Eropa Timur lainnya seperti Polandia, Slovakia, Hongaria, Belarus, Rumania, dan Moldova.

Kemudian, Ukraina bagi Rusia merupakan benteng atau garis merah, sekaligus teras depan yang bisa melindunginya dari ancaman Uni Eropa dan NATO (AS). Apalagi saat dalam kepemilikan Uni Soviet, Ukraina menjadi gudang penyimpanan nuklir terbesar setelah Rusia.

Dari sisi ekonomi, kekayaan alam yang melimpah ruah di Ukraina, serta posisinya sebagai jalur pipa gas ke Eropa, menjadi sebab utama mengapa Rusia begitu serius mempertahankan pengaruhnya di sana.

Itulah sebab Ukraina pun menjadi incaran para pesaing politik Rusia, terutama Amerika yang kini masih berposisi sebagai negara pertama dan menginginkan pengaruhnya kian kukuh di kawasan Eurasia. Apalagi sebelumnya Rusia diketahui berkolaborasi dengan Cina untuk menggoyah kekuatan ekonomi Amerika. Rusia membuka wilayahnya untuk proyek jalur sutra dan menggunakan uang lokal dalam perdagangan di antara keduanya.

Amerika pun tak tinggal diam dan berusaha mencegah pengaruh Rusia dengan cara mendekati dan memanfaatkan Ukraina. Amerika terus menggelontorkan dana untuk membantu ekonomi dan militer, serta mendorong demokratisasi di Ukraina.

Hingga pada akhirnya Ukraina lebih dekat kepada Amerika dan aliansi-aliansinya, yakni NATO dan Uni Eropa. Ketika Rusia pada KTT Amerika-Rusia (7/12/2021) yang menuntut banyak hal tentang Ukraina, seperti meminta Amerika mengakui garis merah yang dirumuskannya di Ukraina, namun Amerika tidak menghiraukannya. 

Bahkan Syekh ‘Atha’ Abu Rasytah dalam analisisnya menyebutkan, Amerika cenderung terus memanaskan situasi di Ukraina agar menjadi jebakan tersendiri bagi Rusia. Beliau juga menyebutkan bahwa sejak sebelum KTT, Amerika telah dengan halus mengancam Rusia dengan sanksi yang tidak disangka sebelumnya, yakni berupa pemotongan jalur pipa gas ke Jerman yang bersekutu dengan Amerika, dan memotong jalur pengiriman uang dari bank-bank utama Rusia ke luar Rusia.

Rusia pun seperti kehilangan akal sehatnya. Dengan mengambil risiko besar menyerang Ukraina agar kembali padanya. Ibarat istri yang berselingkuh dan menjadikan selingkuhannya sebagai juru selamat. Keputusan ini diprediksi akan merugikan Rusia dan malah inilah yang diinginkan Amerika. Selain akan menguras biaya dan energi, situasi konflik Ukraina - Rusia akan dengan mudah dimanfaatkan Amerika melalui NATO untuk membawa kembali Uni Eropa ke dalam dekapannya dengan dalih melawan agresi Rusia. Dengan konflik ini juga Amerika bisa menekan Rusia untuk mengurangi hubungan baiknya dengan Cina yang kini sedang menjadi ancaman bagi ekonomi Amerika.

DALANG PENDERITAAN

Perilaku negara adidaya memang begini sejak dahulunya. Mereka terus berkonflik demi merebut posisi negara pertama dan berebut kekayaan alam di negeri-negeri lainnya. Ideologi kapitalisme inilah kunci masalah yang merasuki tubuh mereka untuk melakukan segala macam cara. Termasuk menciptakan perang yang memunculkan penderitaan bagi rakyat tidak berdosa.

Krisis Ukraina tentu bukan yang pertama. Konflik-konflik yang terjadi Timur Tengah, Afrika, Asia Tengah, dan Asia Tenggara dari masa ke masa selalu saja melibatkan mereka, meskipun tentu saja aktornya bisa berubah tergantung kuat lemahnya posisi politik mereka di kancah dunia internasional.

Sejak selesai Perang Dunia Kedua, Amerika berhasil menggeser kedudukan Inggris dan negara-negara Eropa. Lalu bersama Uni Soviet mengendalikan dunia dalam dua blok yang saling bertentangan dan menciptakan ketakutan secara global. Blok Barat dengan ideologi kapitalismenya dan Blok Timur dengan ideologi sosial komunismenya. 

Namun, sejak Soviet runtuh, Amerika pun hadir sebagai penguasa tunggal dunia. Negara-negara lainnya, terbagi menjadi negara pengekor yang siap mendukung keinginannya. Adapun Rusia, tetap berusaha membangun kekuasaan, setidaknya di negara-negara bekas jajahan Uni Soviet yang diklaim telah diwarisinya, bersama dengan negara-negara yang masih bisa diajak kerja sama.

Amerika berusaha memengaruhi dunia dengan berbagai cara. Misalnya, mengikat dengan berbagai perjanjian dan undang-undang internasional. Targetnya menjadikan negara lain di dunia, khususnya negeri-negeri lemah namun kaya, sebagai budak jajahan yang mengabdi pada kepentingan politik ekonomi mereka.

Di luar cara itu, mereka juga menciptakan berbagai perang dan meneror dunia dengan ketakutan. Perang Ukraina menjadi salah satu dari berbagai perang yang penuh kepalsuan. Amerika hanya tampil sebagai pihak yang menjadikan pihak lain untuk melayani nafsu keserakahan negara-negara besar.

SIKAP DUNIA ISLAM

Atas krisis Ukraina, beragam kecaman datang dari berbagai pemimpin negara di dunia, termasuk pemimpin dunia Islam, seperti Indonesia. Mereka rata-rata menyebut perang ini akan menyengsarakan umat manusia dan membahayakan dunia. Namun, mereka lebih memilih bersikap netral alias cari posisi aman.

Pihak Pemerintah Indonesia misalnya, menyatakan mengecam invasi Rusia ke Ukraina. Seraya menegaskan agar semua pihak mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian damai. Hal ini karena Indonesia dikenal berhubungan baik dengan Rusia maupun Ukraina.

Walaupun sekedar mengecam, Indonesia tidak berani mengambil langkah spesifik baik pemberian sanksi atau pun sikap lain terhadap Rusia. Pemerintah malah menyatakan akan melihat dinamika hubungan internasional akibat serangan Rusia ke Ukraina. Indonesia pun akan berupaya ikut membantu penyelesaian, meski tidak jelas seperti apa solusi penyelesaian yang diambil, bahkan terkesan basa-basi saja. 

Semestinya para pemimpin muslim dunia merujuk pada ajaran Islam. Meski Ukraina dan Rusia sama-sama negara kafir dan perang ini tidak ada hubungan langsung dengan umat Islam sehingga haram bagi umat Islam terlibat di dalamnya atau mendukung salah satunya, tetapi perang-perang semacam ini dan konspirasi di sebaliknya akan menjerumuskan dunia, termasuk umat Islam, pada kehancuran.

Sepatutnya para pemimpin muslim mengambil sikap aktif dengan cara membongkar motif ekonomi-politik negara besar (Rusia dan AS) sekaligus menjelaskan kerusakan ideologi yang mereka emban. Serta menjelaskan bagaimana dampak perang dan ideologi ini bagi masyarakat dunia, khususnya umat Islam.

Namun, apalah daya negeri muslim? Sikap para pemimpin muslim ini memang setara dengan posisi mereka yang tidak punya posisi internasional. Mereka hanyalah pengekor yang menggantungkan nasib kepemimpinan dan negaranya kepada negara adidaya. Dan sekedar berusaha berlindung dari dampak buruk konflik ini agar tak terimbas dalam politik luar negerinya dengan negara-negara terkait. 

Bahkan mereka tidak sungkan menjadi antek/boneka bagi penjajahan dan penjarahan harta kekayaan milik rakyatnya sendiri. Ini terjadi karena mereka mencampakkan Islam sebagai ideologi negara, dan malah mengadopsi dengan cantik ideologi racun sekularisme kapitalisme yang rusak dan merusak.

DUNIA INTERNASIONAL BUTUH KHILAFAH 

Dalam Islam, tugas pemimpin dalam negara Islam (yakni Khilafah) adalah menegakkan kewibawaan Islam dengan menjadikan ideologi Islam sebagai satu-satunya asas dalam pengaturan seluruh urusan rakyatnya. Khilafah berfungsi sebagai pengurus sekaligus sebagai pelindung bagi rakyatnya.

Khilafah akan memiliki kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan dan mampu membangun posisi tawar dalam hubungan politik internasional. Khilafah bahkan tampil sebagai problem solver (pemberi solusi) dan dengan kekuatannya akan mampu mencegah kezaliman yang dilakukan oleh negara-negara adidaya lainnya. 

Itulah yang terjadi saat Khilafah tegak sebagai negara pertama di masa keemasan Islam. Khilafah berhasil membebaskan rakyat Palestina dari kezaliman kekuasaan politik Romawi, dan mampu membebaskan rakyat Andalusia dari kezaliman penguasa Visigoth. Di setiap tempat yang ada kezaliman, kehadiran tentara Khilafah senantiasa dinantikan. Dunia pun sejahtera di bawah naungan Khilafah Islam.

Penting menjadi bahan renungan bahwa Dunia justru terus menerus jatuh dalam penderitaan sejak Khilafah dihancurkan. Kembalinya Khilafah semestinya menjadi cita-cita seluruh umat Islam. Terlebih ini merupakan kewajiban syar’i bagi kaum muslim yang beriman. Memperjuangkannya adalah kewajiban utama. Semoga umat muslim dunia tergerak memilih kepemimpinan yang satu ini (al khilafah) sebagai pionir kesejahteraan dan keselamatan dunia dan akhirat. 

Oleh : Yenni Sarinah, S.Pd (Penulis Ideologis Riau) 

RAJAB, JADIKAN MOMENTUM DARURAT PENEGAKAN KHILAFAH

OPINI - Mengingat kembali sejarah keruntuhan Daulah Khilafah Utsmaniy terakhir di Turki pada 03 Maret 1924 Masehi (28 Rajab 1342 Hijriyah) mengisyaratkan pada kita semua kaum muslimin dunia bahwa saat ini umat Islam belum menunaikan tajul furudl (mahkota kewajiban), yaitu penegakan khilafah yang akan menjadi junnah (perisai, pelindung dan penjaga) umat, serta pelaksana syariah juga sebagai mercusuar Islam ke penjuru dunia. Dan momen rajab tahun ini hendaknya menjadi pengingat akan kejatuhan khilafah dan kewajiban kita untuk menegakkannya kembali. 

     

Di bulan Rajab yang mulia ini, seharusnya kita melipatgandakan amal saleh. Tidak hanya amal yang sifatnya personal, seperti salat, puasa, dan lainnya, melainkan juga dengan memperjuangkan tegaknya khilafah dengan cara mengangkat dan membaiat seorang khalifah, yang nantinya akan menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Sehingga dengan penerapan ini, niscaya Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam akan terwujud. Semoga Allah SWT memuliakan umat ini dengan para penolong (anshar) yang akan mengembalikan jejak langkah kaum Anshar yang pertama.


Dalam surat at Taubah ayat 36, Allah SWT menetapkan empat bulan sebagai bulan mulia. Keempatnya dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW: "Sungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Lalu Rajab bulan Mudharr yang terdapat di antara Jumadi dan Sya’ban". (HR. Muslim)


Pengamat Sosial Politik Iwan Januar menyatakan acara Ekspo Rajab 1443 H adalah momentum untuk mengingatkan umat Islam bahwa kondisinya sekarang ini sedang tidak dalam kondisi semestinya. (mediaumat.id, 25/2/2022).


Pasca runtuhnya khilafah, umat Islam kehilangan perisai pelindungnya. Mereka disekat-sekat dengan nation states dan dipaksa hidup dalam sistem sekuler ala Barat. Banyak penguasa negeri Islam berkhidmat pada kepentingan Barat dengan menzalimi rakyatnya sendiri. Di antara mereka bahkan tak sungkan menjalin hubungan mesra dengan zionis Israel yang jelas-jelas merampas tanah kaum muslim dan menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi umat Islam Palestina. (muslimahjakarta.com, 22/02/2022)


Momen Rajab ini membutuhkan perhatian besar umat Islam agar tidak sekedar menjadi ritual tahunan tapi menjadi agenda bersama yang diperjuangkan dengan amal terbaik sepanjang tahun, mengembalikan Khilafah Islam sebagai penjaga darah kaum muslimin.


SEJARAH PENTING DI BULAN RAJAB


Khusus bulan Rajab, terdapat beberapa peristiwa penting yang terjadi di dalamnya. Di antara sekian banyak peristiwa itu, ada dua poin penting yang sangat berpengaruh terhadap sejarah peradaban umat Islam dan dunia, yaitu:


PERTAMA : dipertemukan pertama kali Rasulullah SAW dengan kaum Anshar yang menjadi jalan bagi tegaknya Negara Islam pertama di Madinah dan juga awal penetapan kalender Hijriyah.  Sejak hari pertama tiba di Madinah, Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam di atas pondasi akidah yang kokoh, menerapkan syariat secara total, menyusun kekuatan untuk melindungi rakyat dan negara, serta mendakwahkan Islam ke luar Madinah. Sepeninggal beliau, kepemimpinan ini diteruskan para khalifah, dari Khulafaur Rasyidin, Umayyah, Abbasiyah, hingga Utsmaniyah. Dengan diterapkannya syariat, tak hanya kebutuhan rakyat yang terjamin, harta dan jiwa mereka pun terpelihara.


KEDUA : awal petaka bagi umat Islam akibat runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 28 Rajab 1342 H atau 3 Maret 1924 M, dimana Mustafa Kemal laknatullah membubarkan khilafah dan menggantinya dengan Republik Turki. Kini sudah 101 tahun (hijriyah) umat Islam hidup tanpa khilafah dan khalifah. Padahal ketiadaan khilafah hanya boleh berlangsung selama tiga hari sepeninggal khalifah sebelumnya. Demikianlah para sahabat telah berijmak saat mereka berkumpul di Saqifah Bani Saidah untuk memilih khalifah pengganti Rasulullah SAW.


KETERPURUKAN UMAT ISLAM AKHIR ZAMAN


Berbagai masalah menerpa umat Islam, seolah tak kunjung usai. Dimulai dengan penistaan terhadap Islam dan ulama; makin maraknya fenomena kesyirikan dan ide sesat seperti Homosek dan LGBT, pelacuran, dan semisalnya; terpuruknya ekonomi; rendahnya mutu pendidikan; hingga sulitnya mengakses layanan kesehatan yang maksimal dengan biaya terjangkau. Semua ini terjadi bersamaan dengan gempuran stigmatisasi buruk terhadap umat Islam atas nama toleransi dan anti keberagaman.


Dukanya lagi, pandemi dua tahun berlalu ini tak menghalangi tindak korupsi yang kian marak seakan menjadi budaya yang menular asik. Sejumlah pejabat daerah hingga jajaran menteri harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akibatnya, muncul wacana hukuman mati bagi koruptor. Mungkinkah lugas terlaksana?  


Tingkat kejahatan lain juga marak dan menjadi trending di masa pandemi, seperti kejahatan terhadap kesusilaan (perkosaan dan pencabulan), pencurian dengan kekerasan, dan narkoba. Hingga Juni 2021 telah terjadi 2.592 kasus perkosaan terhadap perempuan. Bukan hal yang sedikit. 


Fakta ini keseluruhannya menunjukkan bahwa ada yang salah dengan umat Islam. Iman pada Allah SWT seharusnya mampu mengikat seorang muslim dan seluruh perbuatannya pada apa yang telah diturunkan-Nya. Namun kenyataannya tidak demikian. 


Hukum Islam dicampakkan, bahkan konstitusi dianggap lebih tinggi daripada ayat suci. Maka lahirlah berbagai masalah sebagai konsekuensi dari diterapkannya hukum perundang-undangan buatan manusia. Lalu bagaimana memperbaikinya


MENGEMBALIKAN KEGEMILANGAN ISLAM


Tiada jalan lain kecuali umat Islam harus kembali pada syariat dan meninggalkan kapitalisme beserta ide-ide turunannya seperi Demokrasi. Untuk itu, perlu adanya perubahan mendasar dan menyeluruh di tengah-tengah umat hingga pemikiran dan perasaannya tertunjuki oleh cahaya Islam. Inilah yang nantinya akan mendorong umat untuk menuntut penerapan syariat secara total. Dan satu-satunya institusi yang dapat mewujudkannya hanyalah khilafah.


Menegakkan khilafah hukumnya wajib. Allah SWT berfirman: "Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".  (TQS. Al Baqarah [2]: 30)

 

Imam al Qurthubi dalam tafsirnya menyatakan ayat tersebut merupakan dalil pokok pengangkatan khalifah, yang wajib didengar dan ditaati, agar dengannya suara kaum muslim satu dan hukum-hukum khalifah itu bisa dilaksanakan. (al-Jami’ li Ahkami al-Qur’an, cet. I, 2004 M/1425 H)

 

Rasulullah SAW pun telah memberikan teladan tentang metode menegakkan sebuah negara yang dibangun di atas akidah Islam dan menerapkan syariat secara total. Metode tersebut tidak lain adalah dakwah politis ideologis yang diemban sebuah kelompok dakwah. Dimulai dengan pembinaan dan pengkaderan, interaksi dengan masyarakat, dan pengambilalihan kekuasaan melalui dukungan ahlul quwwah. 

 

Tahapan pembinaan dan pengkaderan dilakukan untuk mengokohkan akidah, memahami Islam ideologis, dan menempa mental. Maka lahirlah kader dakwah berkepribadian Islam. Mereka sangat memahami bahwa kondisi masyarakat tidaklah ideal bagi penerapan syariat sehingga harus diubah. Inilah yang menjadi bekal mereka saat dakwah beralih ke tahapan interaksi dengan masyarakat. 


Pada tahapan ini, kader dakwah menyampaikan pemikiran Islam hingga menjadi opini umum di tengah-tengah umat. Ini dilakukan agar umat memahami Islam dan turut memperjuangkannya. Dukungan yang sama juga diharapkan datang dari tokoh dan ahlul quwwah, baik dari kalangan penguasa maupun militer, hingga mereka dengan penuh kesadaran akan memberikan nushrah (pertolongan) pada dakwah, sebagaimana dahulu kaum Anshar memberikan nushrahnya. Dengan nushrah ini, tercapailah tujuan politis dari dakwah, yaitu tegaknya khilafah.


Semoga dengan makin masifnya opini khilafah ini, Rajab ini adalah Rajab terakhir bagi muslim dunia tanpa kehadiran khilafah sang penjaga umat yang terpercaya.

PRIVATE ANANDA - YENNI SARINAH, S.Pd

PRIVATE ANANDA dibuka pertama kali di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau pada tanggal 8 Januari 2018 (08/01/2018) oleh Yenni Sarinah, S.Pd dengan kelihaian mengajar bidang Matematika Dasar SD-SMP. Lulusan Sarjana Pendidikan Biologi di FKIP Universitas Islam Riau. Tahun masuk 2008, dengan IPK 3,39.

Dan kedua kalinya dibuka di Jalan Kaharuddin Nasution, tepatnya di Villa Taman Mulia Indah, depan Blok A.8, Pekanbaru, Riau di tahun 2019-2021 akhir. 

Dan ketiga kalinya dibuka di Jalan Labersa, Perumahan Griya Tika Utama Blok F.2 No.3, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau di tahun 22 Februari 2022 (22/02/2022). Tidak jauh dari Pekanbaru. 

Mengajarkan bidang Matematika - IPA (Fisika/Biologi/Kimia) level dasar SD hingga SMP. 

Pengajar juga penggiat literasi digital dan mengikuti komunitas Forum Lingkar Pena (FLP Pekanbaru) dan pernah bermitra dengan Lembaga Private PRIMAGAMA cabang Harapan Raya, Pekanbaru, Riau. Juga pernah mengabdikan diri di Pers Mahasiswa AKLaMASI di Universitas Islam Riau 2009-2012.

Bisa dihubungi via :
Phone 0822-6810-4345
Whatsapp/Telegram 0821-7223-2384



Telah di buka kembali 
PRIVATE ANANDA 
Menerima siswa level :
SD - Semua mata pelajaran bersama Beni Desrizal, S.Pd (Guru SD Bintang Cendekia Pekanbaru) 
SMP - Matematika / IPA bersama Yenni Sarinah, S.Pd
Kelebihannya : 
Anak-anak akan diajarkan pendidikan berkarakter islami dan boleh mengajukan tambahan belajar baca iqra' metode UMMI oleh Beni Desrizal, S.Pd
.
Pertemuan dua paket :
Paket 1 : 2x seminggu (total 8-9 kali pertemuan), SPP 100rb
Paket 2 : 1x seminggu (total 4-5 kali pertemuan), SPP 50rb
Khusus Pendidikan Karakter dan UMMI, gratis. 
Pembayaran SPP dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Cash on start. 
.
Dibuka : senin - kamis (tanggal merah, libur) 
Jam :
13:00-15:00
16:00-18:00
19:00-21:00 (di luar bulan Ramadhan) 
.
Yuk daftar segera
Di Jalan Labersa, Perumahan Griya Tika Utama
Blok F2 No.3
Wa. 0821-7223-2384 / 0852-7868-7760

Menentukan Akar Kuadrat Suatu Bilangan yang Terletak di antara Dua Bilangan

Contoh:
PERHITUNGAN AKAR SAMPAI SATU ATAU DUA TEMPAT DESIMAL
√12 = 3,43 = 3,4
√27 = 5,2
√8 = 2,8
√15 = 3,86 = 3,9
√39 = 6,23 = 6,2
√60 = 7,73 = 7,7
√72 =8,47 = 8,5
√90 = 9,47 = 9,5
√105 = 10,24 = 10,2
√110 = 10,48 = 10,5
√150 = 12,24 = 12,2
√200 = 14,14 =14,1
DENGAN KALKULATOR 


PRIVATE ANANDA
Tentor: 
BENI DESRIZAL, S.Pd
YENNI SARINAH, S.Pd
Jalan Labersa
Perumahan Griya Tika Utama
Blok F2 No. 3
Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar
Perbatasan Pekanbaru - Kampar
WhatsApp 0821-7223-2384

Menghitung panjang busur dan besar sudut

1) Tentukan sudut juring Lingkaran AOB jika panjang busur AB dan jari-jari lingkaran 10cm! 
2) Hitunglah panjang busur AB dengan jari-jari lingkaran 14cm, jika besar sudut AOB : 
a.  120°
b.  225°
c.  150°
d.  320°
3) Tentukan besar sudut DFG dan sudut EDF! 
4) Pada gambar di samping diketahui jumlah besar ketiga sudut DEG, DOG, DFG adalah 160°. Hitung besar sudut DFG! 
5) Pada gambar di samping sudut LKM sebesar 3x°, sudut LMK sebesar 5x°, dengan KM adalah diameter lingkaran. Hitunglah:
a.  sudut MLK
b.  nilai x
c. sudut LKM
d. sudut LMK

Contoh Produksi Antar Negara

Ekspor (barang dari Indonesia ke luar negara) 
1. Minyak sawit ke China, India,  Eropa,  dll. 
2. Batu bara ke China, India, Filipina, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, Thailand, dan Bangladesh.
3. Besi Dan Baja ke China, Korea Selatan, India, Singapura, Thailand, Australia, Malaysia, UEA, Taiwan, AS, dan lainnya.
4. Karet ke Amerika Serikat, Jepang, China, India, Korea Selatan, Brasil, Kanada, Jerman, Belgia, Turki, dan lainnya.
5. Kopi, teh dan kakao ke Jepang, Singapura, Malaysia, India, Mesir, AS, Inggris, Italia, dan sebagainya.
6. Alas kaki ke Amerika Serikat, Belgia, China, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, Korea Selatan, Italia, Meksiko, dan sebagainya.


Impor (dari luar negeri masuk ke Indonesia) 
1. Migas dari Arab Saudi. 
2. Mesin dan peralatan mekanis dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Malaysia, Singapura, AS, Jerman, Italia, Australia, dan sebagainya.
3. Bahan kimia organik dari China. 
4. Serelia (biji-bijian) dari Australia, Kanada, Argentina, AS, Brasil, dan lainnya. 
5. Produk Farmasi dari China,   India, dll.

Kamis, 03 Maret 2022

SELAMATKAN MUSLIMAH INDIA!


*BULETIN DAKWAH KAFFAH – 232*   
16 Rajab 1443 H/18 Februari 2022 M


*SELAMATKAN MUSLIMAH INDIA!*

Lebih dari sepekan ini kaum Muslimah India di Negara Bagian Karnataka mengalami pelarangan berjilbab di semua lingkungan pendidikan, sekolah maupun kampus. Baik tenaga pengajar perempuan maupun pelajar dan mahasiswi dipaksa melepas jilbab mereka saat memasuki lingkungan sekolah/kampus. Pelarangan ini disebut-sebut merupakan instruksi langsung dari Kementerian Pendidikan India.

Para Muslimah berjilbab di Karnataka bukan saja dilarang memasuki sekolah/kampus. Mereka juga mengalami berbagai pelecehan dan intimidasi oleh warga Hindu. Sejumlah pemberitaan dan video yang beredar memperlihatkan berbagai persekusi yang dilakukan warga Hindu terhadap kaum Muslimah yang bertahan dengan busana islami mereka.


*Muslim Minoritas Tertindas*

Muslim India adalah warga minoritas. Di negara bagian Karnataka jumlah Muslim hanya 12 persen dari seluruh warga. Pemerintah Karnataka diketahui diperintah oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP)/Perdana Menteri Narendra Modi. Secara nasional, kaum Muslim memang kelompok minoritas di India. Populasi Muslim di India hanya 15 persen dari populasi atau hanya sekitar 200-an juta orang dari 1,39 miliar orang India. Meski menjadi agama terbesar kedua setelah Hindu, Muslim di India telah menjadi salah satu kelompok minoritas yang tertindas terbesar di dunia.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang beragama Hindu telah sengaja menjadikan Muslim sebagai sasaran peraturan yang dia buat; mulai dari yang berujung pada hukuman penjara hingga diusir dari India. Pada Desember 2019 India mengeluarkan rancangan undang-undang kewarganegaraan yang menolak mengakui warga Muslim sebagai penduduk India. RUU tersebut memicu kemarahan dan protes serta tindakan kekerasan selama berbulan-bulan.

Pada 2019, sebuah laporan menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen korban kekerasan di India dalam 10 tahun terakhir adalah Muslim. Namun, para pelaku kekerasan tersebut rata-rata bebas dari hukuman. Ada dugaan rangkaian kekerasan tersebut mendapatkan dukungan politik dari Partai Bharatiya Janata pimpinan Modi.

Masjid-masjid di India juga sering mengalami penyerangan seperti disemprot dengan kotoran sapi. Kaum Muslim pun sering dipaksa mengucapkan puji-pujian kepada dewa-dewa mereka, yang jadi slogan partai Hindu yang berkuasa di India. Tempat usaha dan kediaman warga Muslim sering jadi sasaran serangan sehingga memaksa sebagian warga Muslim mengungsi ke tempat lain.

Karena itu kekerasan dan intimidasi yang dialami Muslimah di Negara Bagian Karnataka sesungguhnya hanyalah bagian dari rangkaian gelombang Islamofobia di India. Tragisnya, Muslim India nyaris tidak mendapatkan perlindungan dari negara, juga dari lembaga-lembaga dunia, termasuk dari para pemimpin Dunia Islam.


*Wajib Menolong Sesama Muslim*

Penderitaan yang dialami kaum Muslim, khususnya Muslimah di India, haruslah menjadi bagian dari derita kita. Jangan lupa, kaum Muslim itu bersaudara. Laksana satu tubuh. Satu sama lain saling terhubung. Satu sama lain bisa merasakan derita bersama-sama. Nabi saw. bersabda:

«مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى»

_Kaum Mukmin itu—dalam hal saling mencintai, mengasihi dan menyayangi—bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan demam (turut merasakan sakitnya)_ (HR Muslim).

Allah SWT telah memerintahkan umat Muslim untuk senantiasa memberikan bantuan manakala saudaranya membutuhkan pertolongan. Allah SWT berfirman:

وَاِنِ اسْتَنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ 

_Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama maka kalian wajib memberikan pertolongan_ (TQS al-Anfal [8]: 72).

Menolong sesama Muslim yang dianiaya adalah fardhu kifayah. Haram berdiam diri saat melihat saudara seiman terzalimi. Kewajiban ini baru tuntas saat mereka yang terzalimi mendapat perlindungan sempurna.

Nabi mengingatkan tidaklah seorang Muslim membiarkan penganiayaan terhadap sesama Muslim melainkan Allah SWT pun akan membiarkan mereka terzalimi pula. Nabi saw. bersabda:

«مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا عِنْدَ مَوْطِنٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ»

_Tidaklah seseorang membiarkan (tidak menolong) saudaranya sesama Muslim dalam kondisi kehormatannya sedang dilanggar dan harga dirinya direndahkan, kecuali Allah akan membiarkan (tidak menolong) dia saat dia ingin ditolong. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim pada saat harga dirinya direndahkan dan kehormatannya dilanggar, kecuali Allah akan menolong dia saat dia ingin ditolong_ (HR Ahmad).


*Umat Tanpa Perisai*

Penghinaan dan penindasan yang dialami kaum Muslim India, khususnya para Muslimahnya, seharusnya menjadi peringatan keras bagi kaum Muslim sedunia, bahwa persoalan ini tidak bisa ditangani secara individual, organisasi atau lembaga dunia sekalipun seperti PBB. Kaum Muslim sedunia harus memiliki institusi sendiri yang bersifat global dan memiliki kekuatan besar untuk melindungi dan membela kehormatan mereka, termasuk kaum Muslim/Muslimah India. Institusi global itu tidak lain adalah Khilafah Islam. Derita kaum Muslim sedunia, khususnya di India, tidak akan terjadi manakala Khilafah Islam hadir sebagai perisai kokoh yang menjaga dan membela kehormatan umat. Nabi saw. telah mengingatkan kita betapa urgen keberadaan Khalifah/Imam sebagai perisai bagi umat. Beliau bersabda:

«إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ، يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ، وَيُتَّقَى بِهِ»

_Sungguh Imam (Khalifah) itu (laksana) perisai; orang-orang akan berperang di belakang dia (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya_ (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).

Imam an-Nawawi dalam _Syarh Shahîh Muslim_ berkomentar, “(Imam/Khalifah itu perisai), yakni seperti _as-sitr_ (pelindung), karena Imam (Khalifah) menghalangi/mencegah musuh dari mencelakai kaum Muslim; mencegah manusia satu sama lain saling mencelakai, memelihara kemurnian ajaran Islam; manusia berlindung di belakang dia dan tunduk di bawah kekuasaannya.” (An-Nawawi, _Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim_, 4/134, Maktabah Syamilah).

Di Madinah, pernah terjadi seorang muslimah yang tengah berbelanja di Pasar Yahudi disingkap pakaiannya oleh seorang Yahudi dari Bani Qainuqa. Seketika seorang pedagang Muslim melakukan pembelaan terhadap Muslimah tersebut. Namun, pedagang Muslim tersebut lalu dibunuh beramai-ramai oleh para Yahudi lainnya. 

Mendengar peristiwa tersebut, Rasulullah saw. murka. Beliau lalu mengirimkan pasukan untuk menghukum Bani Qainuqa. Kaum Muslim mengepung benteng Yahudi Bani Qainuqa selama 15 hari 15 malam. Akhirnya, mereka menyerah dan diusir dari Madinah. Demikianlah ketegasan Rasulullah saw.—sebagai kepala Negara Madinah saat itu—terhadap kaum Yahudi yang menista kaum Muslim/Muslimah.

Contoh lain bagaimana kaum Muslimah dibela kehormatannya terjadi pada bulan April tahun 833 M. Seorang gubernur Romawi di Kota Ammuriah (bagian dari wilayah Turki) pernah menodai kehormatan seorang Muslimah. Saat mendengar kejadian tersebut Khalifah Mu’tashim Billah, yang saat itu berada di Baghdad, segera mengirimkan pasukan untuk memerangi Kota Ammuriah. Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 lainnya ditawan. Pembelaan kepada Muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh Khalifah untuk membebaskan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Demikianlah, dengan adanya Khilafah sebagai perisai, kehormatan kaum Muslim/Muslimah senantiasa terjaga. Khilafah juga akan menciptakan suasana kerukunan umat beragama, dengan tetap mempersilakan umat beragama lain beribadah dan hidup sesuai dengan keyakinan agama mereka.


*Umat Terbelenggu Nasionalisme*

Selain ketiadaan Khilafah Islam, hari ini kaum Muslim juga terkerat-kerat oleh batas-batas teritori negara mereka masing-masing. Hati dan pikiran mereka juga terbelenggu oleh paham kebangsaan. Paham ini menjadikan umat dan para pemimpin mereka tidak punya kepedulian dan enggan menolong saudara-saudara mereka yang tertindas. Mereka juga lebih takut dengan aturan internasional soal larangan intervensi terhadap negara lain. Padahal saudara mereka seiman terzalimi di sana.

Beda dengan negara-negara imperialis seperti AS, Inggris atau Prancis. Mereka bisa leluasa mengintervensi bahkan melakukan invasi militer ke negeri-negeri kaum Muslim seperti ke Irak, Afganistan dan Suriah. PBB atau badan dunia manapun tidak mencegah mereka. Para penguasa Dunia Islam juga tak memprotes atau menahan mereka. Akibatnya, pasukan imperialis Barat leluasa menjarah, menangkapi, menyiksa bahkan melakukan pembantaian terhadap penduduknya sesuka mereka.

Wahai kaum Muslim, sadarlah! Tak ada yang bisa menolong saudara-saudara kita, khususnya kaum Muslim/Muslimah India, kecuali kita kembali ke pangkuan Islam; kembali melanjutkan kehidupan Islam dalam institusi Khilafah. Lalu bersama Khilafah Islam kita bisa membebaskan saudara seiman di mana pun di seluruh dunia. Inilah yang dulu pernah dilakukan oleh kaum Muslim saat mereka berada di bawah naungan Khilafah. 
_WalLâhu a’lam bi ash-shawwâb._ []


*Hikmah:*

Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ أُذِلَّ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ، فَلَمْ يَنْصُرْهُ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَنْصُرَهُ، أَذَلَّهُ اللَّهُ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

_Siapa saja yang di hadapannya ada seorang Mukmin yang dihinakan, namun dia tidak menolong Muslim tersebut, padahal dia mampu menolongnya, maka Allah akan menghinakan dia di hadapan seluruh makhluk-Nya pada Hari Kiamat._ (HR Ahmad). []

SEKULARISME DAN KAPITALISME PERSOALAN BESAR UMAT


*BULETIN DAKWAH KAFFAH – 234*
30 Rajab 1443 H/4 Maret 2022 M


*SEKULARISME DAN KAPITALISME PERSOALAN BESAR UMAT*
 
Seperti tidak pernah lepas dari masalah, ada saja persoalan yang membuat umat Muslim di Tanah Air disibukkan dengan berbagai polemik. Terakhir, umat disibukkan dengan polemik pengaturan azan dan penggunaan alat pengeras suara di masjid. Tersirat kekhawatiran jika masjid menggunakan pengeras suara lima kali sehari untuk azan dapat mengganggu ketenangan warga dan merusak toleransi antarumat beragama.

Bahkan ada yang menyatakan bahwa umat Muslim tidak perlu menggunakan pengeras suara karena Tuhan Mahadekat dan tidak tuli. Lagi pula, menurut mereka, Muslim yang sadar akan kewajiban shalat tidak memerlukan panggilan keras seperti itu. Ia akan menunaikan shalat dengan sendirinya. 

Apakah azan saat ini menjadi masalah besar bagi umat? Ataukah ada persoalan lain yang semestinya menjadi fokus dan prioritas umat?


*Azan Perintah Agama*

Azan merupakan panggilan shalat yang diperintahkan oleh Rasulullah saw. kepada kaum Muslim. Beliau bersabda:

«فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ»

_Jika waktu shalat telah tiba, salah seorang di antara kalian hendaknya mengumandangkan azan untuk kalian dan yang paling tua di antara kalian menjadi imam kalian_ (HR al-Bukhari dan Muslim).

Suara azan memang harus dikeraskan. Semua makhluk Allah SWT yang mendengarkan panggilan azan akan menjadi saksi pada Hari Kiamat. Nabi saw. bersabda:

«لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَىْءٌ إِلاَّ شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

_Tidaklah suara azan yang keras dari seorang muazin didengar oleh jin, manusia dan segala sesuatu melainkan itu semua akan menjadi saksi bagi dirinya pada Hari Kiamat_ (HR al-Bukhari). 

Karena itu keliru jika ada yang mengusulkan agar suara azan jangan diperdengarkan atau dilarang untuk dikeraskan. Juga aneh jika ada pendapat bahwa azan tidak diperlukan karena Allah Mahadekat dan tidak tuli. Nabi saw. justru memerintahkan agar suara azan dikumandangkan. Sebabnya, azan memang merupakan panggilan shalat lima waktu yang ditujukan kepada kaum Muslim. 

Alasan bahwa suara azan yang keras mengganggu kalangan non-Muslim juga tidaklah tepat. Azan adalah bagian dari syiar Islam yang ditujukan kepada umat manusia. Imam an-Nawawi menyebutkan sejumlah hikmah dari azan yakni: menampakkan syiar Islam, berisi kalimat tauhid, pemberitahuan masuknya waktu shalat dan tempatnya, serta doa bagi jamaah (_Syarh an-Nawawi ’ala Muslim_, 4/77, Maktabah Syamilah).

Tidak pantas pula seorang Muslim merasa terganggu dengan suara azan. Nabi saw. menyebutkan bahwa yang terganggu oleh azan adalah golongan setan. Beliau bersabda:

«إِذَا نُودِىَ بِالأَذَانِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ الأَذَانَ فَإِذَا قُضِىَ الأَذَانُ أَقْبَلَ فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِىَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ»

_Jika azan dikumandangkan, setan segera berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar azan tersebut. Jika azan selesai dikumandangkan, dia pun kembali. Jika dikumandangkan iqamah, setan kembali berpaling. Jika iqamah selesai dikumandangkan, dia pun kembali. Ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya_ (HR Muttafaq ‘alayh).

Merendahkan azan, seperti mensejajarkan azan dengan gonggongan anjing, atau dulu ada yang menyebutkan bahwa suara kidung jauh lebih indah daripada suara azan, adalah termasuk penistaan agama serta merupakan dosa besar. Allah SWT telah mengingatkan:

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

_Jika kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikan seruan itu sebagai ejekan dan permainan. Yang demikian adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan akal_ (TQS al-Maidah [5]: 58).


*Persoalan Utama: Sekularisme*

Sebenarnya banyak persoalan yang lebih utama dan penting untuk diselesaikan umat dan para pejabat di negeri ini ketimbang meributkan azan dan pengeras suara. Yang utama adalah sekularisme. Paham batil yang mengajarkan pemisahan agama dari kehidupan ini menyebabkan banyak kaum Muslim yang tidak peduli dengan agamanya. 

Dewan Masjid Indonesia (DMI) pernah menyampaikan data 65 persen Muslim di Indonesia ternyata belum bisa membaca al-Quran. Padahal al-Quran adalah kitab suci kaum Muslim. Membaca al-Quran berbuah pahala dan syafaat di Akhirat. Mempelajari dan mengamalkan al-Quran adalah kewajiban. Bukankah membebaskan umat dari buta huruf al-Quran seharusnya menjadi tanggung jawab umat dan negara?

Demikian pula dalam masalah shalat. Andaikan Pemerintah mau menelusuri bisa jadi akan didapatkan data bahwa masih banyak Muslim di Tanah Air yang melalaikan kewajiban shalat lima waktu. Namun, akibat sekularisme, ibadah dipandang urusan pribadi belaka. Tidak ada yang berhak memaksa, termasuk negara. Karena itu tidak sedikit orang yang enteng saja meninggalkan shalat. Padahal Nabi saw. mengingatkan:

«اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»

_Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Siapa saja yang meninggalkan shalat, maka ia telah kafir_ (HR Ibnu Majah).

Para ahli ilmu sepakat bahwa orang yang sengaja meninggalkan shalat tanpa uzur hingga habis waktunya maka ia telah kafir. Para ulama Malikiyah dan Syafiiyah berpendapat bahwa orang seperti itu tidaklah kafir tetapi fasik dan ia diminta agar bertobat. Jika ia bertobat maka diterima tobatnya. Namun, jika ia tidak bertobat, ia mendapatkan sanksi hukuman mati sebagai sanksi (_had_) (Al-Jaziri, _Al-Fiqh ‘ala al-Madzhâhib al-Arba’ah_, 5/401, Maktabah Syamilah). 

Nah, tugas negaralah untuk mengedukasi, menertibkan dan menghukum mereka yang meremehkan pelaksanaan shalat. 

Sekularisme juga melahirkan pluralisme hingga sinkretisme. Tidak sedikit kaum Muslim mencampuradukkan ibadah dan keyakinan mereka dengan umat lain. Sebagian dari mereka bahkan dipaksa mengikuti ritual agama lain karena aturan tempat bekerja atau lingkungan mereka tinggal. Di Bali, setiap tahun umat Muslim dipaksa untuk mematuhi aturan umat Hindu saat Hari Raya Nyepi. Mengapa hal ini tidak dipersoalkan oleh negara, khususnya Kementerian Agama?

Karena sekularisme pula umat Muslim di Tanah Air rentan mengalami pemurtadan. Pada tahun 2016, MUI pernah menyampaikan laporan bahwa setiap tahun ada 2 juta Muslim keluar dari agamanya di Indonesia. Ini menandakan lemahnya pembinaan dan perlindungan terhadap keimanan mereka yang semestinya dilakukan oleh negara.

Demikian pula kasus penistaan terhadap agama Islam yang semakin marak belakangan ini. Ini karena lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku. Bahkan sejumlah nama yang terkenal sebagai _buzzer_ justru masih eksis dan terus menerus menyemburkan fitnah dan penistaan terhadap agama Islam. Seolah-olah mereka kebal hukum.


*Kapitalisme dan Oligarki*

Setelah sekularisme, umat Muslim hari ini juga dihadang oleh cengkeraman kapitalisme dan oligarki. Segelintir orang berkuasa dan menzalimi rakyat. Kejahatan kapitalisme dan oligarki ini sudah demikian nyata seperti terlihat dari naiknya harga-harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, kacang kedelai dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pernah mengatakan bahwa pasar pangan di Indonesia hampir 100 persen dikuasai kartel atau monopoli. Ia mengatakan Bulog hanya menguasai 6%. Sisanya dikuasai kartel.

Kasus kelangkaan minyak goreng di Tanah Air adalah ironi. Pasalnya, Indonesia adalah negara dengan perkebunan sawit terbesar. Namun, perkebunan sawit itu dikuasai hanya oleh 29 taipan yang memiliki lahan separuh Pulau Jawa alias lebih dari 5 juta hektar. Industri minyak goreng pun dikuasai hanya oleh 4 konglomerat. Itulah sebabnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sama-sama menduga ada permainan kartel. Perusahaan minyak goreng menaikkan harga secara bersamaan, padahal mereka memiliki perkebunan sawit masing-masing (_TribunJabar_, 26/01).

Negara harusnya menjamin kebutuhan pokok rakyat dan mencegah serta menghukum permainan para pengusaha jika terbukti melakukan kecurangan, seperti menaikkan harga dengan sangat keterlaluan yang disebut _ghabn fâhisy_ atau _khilâbah_ (penipuan). Nabi saw. bersabda:

«بَيْعُ الْمُحَفَّلَاتِ خِلَابَةٌ وَلَا تَحِلُّ الْخِلَابَةُ لِمُسْلِمٍ» 

_Jual-beli muhaffalât adalah khilâbah (penipuan) dan penipuan itu tidak halal bagi seorang Muslim_ (HR Ibn Majah, Ahmad dan Abdurrazaq).

Wahai kaum Muslim! Sebenarnya pangkal dari persoalan umat hari ini, bahkan di seluruh dunia, adalah ketiadaan penerapan syariah Islam yang akan menuntaskan seluruh persoalan. Allah SWT telah menjadikan syariah Islam sebagai solusi bagi setiap persoalan manusia. Penerapan syariah Islam secara kaffah adalah wujud ketakwaan. Ketakwaan pasti akan mendatangkan ragam keberkahan (Lihat: QS al-A’raf [7]: 96).

Syariah Islam yang diterapkan oleh Khilafah bakal mampu melindungi dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi umat. Khilafah akan menghapuskan paham sekularisme, melindungi akidah umat dan membimbing serta menjaga ibadah mereka. Khilafah tidak akan membiarkan ada Muslim yang tidak menunaikan kewajiban ibadah seperti shalat lima waktu atau ada Muslim yang buta huruf al-Quran. Khilafah juga akan mencegah pemaksaan ibadah agama lain terhadap kaum Muslim, sebagaimana juga melarang pemaksaan ajaran Islam terhadap orang-orang kafir.

Khilafah juga akan menciptakan regulasi untuk memberantas praktik bisnis kartel dan monopolis serta kecurangan lainnya. Negara Islam akan melindungi pengusaha juga konsumen, majikan dan buruh, sehingga semua mendapatkan haknya sesuai syariah Islam. Inilah kemuliaan ajaran Islam.[]


*Hikmah:*

Allah SWT berfirman:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ 

_Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sungguh hal demikian muncul dari ketakwaan kalbu._ (QS al-Hajj [22]: 32). []

Sejarah, Akar Masalah, dan Cara Islam Tuntaskan HIV/AIDS

*Sejarah, Akar Masalah, dan Cara Islam Tuntaskan HIV/AIDS* Oleh: Yenni Sarinah, S.Pd (Aktivis Pendidikan Kelahiran Selatpanjang, Riau) ...